Hidup Memang Tidak Selalu Enak | Kang Daly Abu Rasydan As-Sundawi | Majalah Al Akhbar Mei 2026 | 082140888638
Menjalani kehidupan di dunia memang selalu saja ada hal-hal yang menurut sangkaan kita itu adalah sesuatu yang tidak mengenakkan atau bahkan buruk bagi kita. Meski demikian semua yang telah Alloh tetapkan dalam Takdir-Nya adalah hal yang baik meskipun kita memandangnya buruk. Tak sedikit orang-orang yang berputus asa memilih jalan-jalan yang dimurkai Alloh demi menggapai apa yang diinginkannya. Dan tidak sedikit juga orang-orang yang berburuk sangka dan menuduh Alloh dengan tidak adil atas ketetapan-Nya tersebut.
Dunia dengan segala kemewahannya ini, hanyalah bersifat fatamorgana semata yang akan kita tinggalkan ketika ajal telah tiba. Bukan berarti tak boleh bagi kita untuk mencari dan menikmati dunia sebatas apa yang kita butuhkan serta selama ia tidak melanggar larangan-larangan Alloh. Bahkan Alloh memerintahkan hamba-nya untuk bertebaran di muka bumi dalam rangka mencari rezeki sebagaimana dalam firman-Nya: “Dan apabila telah ditunaikan sholat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi, dan carilah karunia Alloh dan ingatlah Alloh sebanyak-banyaknya agar kamu beruntung.” (QS. Al-Jumu’ah : 10).
Alloh memerintahkan hamba-hambaNya dalam ayat tersebut untuk bertebaran di bumi dalam rangka mencari karunia-Nya berupa rezeki, namun Alloh pun mengingatkan kita agar ketika kita mencari karunia-Nya untuk tidak lupa dengan mengingat-Nya dan tidak lupa bahwa karunia yang kita dapatkan itu semata-mata adalah karena Rahmat-Nya yang Dia berikan atas hamba-hamba-Nya. Namun realitas yang terjadi banyak manusia yang kemudian mencari karunia-Nya tapi ia bahkan melupakan-Nya dan lalai dari perintah untuk beribadah mentaati-Nya. Mereka terbuai oleh glamornya dunia yang seolah menjanjikan kenikmatan selamanya. Meski demikian masih ada hamba-hambaNya yang tetap berusaha menjaga ketaatan kepada-Nya dan tetap mengingat-Nya ditengah hirup pikuk dunia yang begitu melelahkan. Mereka tetap mencari rezeki namun mereka sadar bahwa urusan rezeki semuanya sudah ditakar sesuai dengan ketetapan takdir Alloh. Mereka keluar dan bertebaran di bumi semata-mata untuk menjalankan apa yang telah diperintahkan oleh Alloh agar bertebaran mencari karunia-Nya, namun semua hasilnya mereka serahkan kepada Alloh semata.
Berkata Imam Ibnu Atho’illah As-Sakandari: “Ketahulah, jika Alloh menghendaki untuk menjadikan seorang hamba kuat menghadapi ketentuan-Nya, maka Alloh akan menghiasinya dengan pancaran cahaya dari Sifat-Nya. Dengan demikian, ketika takdir turun dan cahaya Ilahi telah sampai kepadanya, maka ia akan menggantungkan diri kepada-Nya dan bukan bersdandar kepada kemampuan dirinya sendiri, sehingga ia akan kuat menahan segala beban dan bersabar atas setiap kesulitan.”
Menurut Imam Ibnu Atho’illah diatas dapat kita melihat bahwa diantara hamba-hamba Alloh ada orang-orang yang ia akan diberikan pancaran cahaya Ilahi, yaitu ketika ia bisa bersabar atas segala ketentuan Alloh dan semata-mata hanya menyandarkan dirinya kepada Alloh semata dan bukan bersandar dengan dirinya sendiri ataupun segala hal lainnya selain Alloh. Dan hati yang sempit itu bisa terjadi karena hilangnya cahaya Ilahi dalam diri hamba-Nya, maka muncullah sikap tidak ridho dan merasa berat dengan semua ketetapan-Nya. Muncul pula sikap mengeluh, emosional, bahkan lebih jauh bisa membuatnya jatuh kedalam jurang kemaksiatan dan dosa besar yang dimurkai oleh Alloh.
Siapkanlah hati kita untuk bisa menerima dan bersikap pasrah agar hati kita luas dan lapang. Disitulah nanti hati kita akan diisi oleh cahaya Ilahi yang dipenuhi dengan keridhoan atas segala ketetapan-Nya serta akan melahirkan kesabaran dan kelembutan yang akan terpancar dari hamba-Nya. Akhlaknya akan semakin baik, lembut, murah hati, dermawan, penuh kasih sayang dan cinta kepada sesama hamba-Nya. Berkata Imam Abul Hasan Asy-Syadzili: “Ketahuilah bahwa Alloh menghalangimu bukan karena Dia kikir kepadamu, melainkan Dia sangat menyayangimu. Maka segala rintangan dari Alloh adalah bagian dari pemberian-Nya, namun tidak banyak yang memahami pemberian rintangan tersebut kecuali orang-orang yang tulus imannya."
Artikel ini dimuat di Majalah Al Akhbar edisi Mei 2026

Komentar
Posting Komentar