Dalam berdoa kita harus dapat memenuhi adab-adab agar doa yang kita panjatkan dikabulkan oleh Allah. Pertama membuka doa dan pujian bagi Allah dan membaca shalawat kepada Nabi Muhammad. Tatkala Rasulullah duduk, tiba-tiba masuk seorang laki-laki lalu berdoa: “Allahummaghfirli warhamni.” Maka Rasulullah bersabda: “Kamu tergesa-gesa wahai orang yang berdoa, jika kamu berdoa maka duduklah, lalu ucapkan pujian kepada Allah dengan sesuatu yang layak bagi-Nya, dan bershalawatlah kepadaku kemudian berdoalah.” Kemudian ada laki-laki lain berdoa. Setelah itu, ia mengucapkan pujian kepada Allah dan bershalawat kepada Nabi. Maka Nabi bersabda kepadanya: “Wahai orang yang berdoa, berdoalah engkau, niscaya dikabulkan” (HR. Tirmidzi, dishahihkan Al-Albani).
Adab kedua adalah mengakui kesalahan dan dosa, sebagaimana doa Nabi Yunus Ketika berada di dalam perut ikan Paus yang membaca doa sambil mengakui kesalahannya. Allah berfirman:
فَنَادى فِي الظُلُمَاتِ أن لآ إلَهَ إلآ أنتَ سُبحَانَكَ إنِّي كُنتُ مِنَ الظَالٍمِينَ
“Maka ia menyeru dalam keadaan yang sangat gelap: “Bahwa tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang zhalim “. (QS. Al-Anbiya` (21): 87).
Adab ketiga adalah bersungguh-sungguh dalam meminta. Ketika berdoa, kita tidak boleh lalai dan tidak meresapi doa yang kita panjatkan serta tidak menggunakan kata-kata yang tidak tepat. Dalam sebuah hadits Rasulullah bersabda: “Jika salah seorang dari kalian berdoa, maka hendaknya berketetapan hati dalam meminta, dan janganlah mengatakan: Ya Allah, jika engkau mau berilah aku, karena sesungguhnya tidak ada yang bisa memaksa Allah.” (HR. Bukhari & Muslim).
Adab keempat adalah berwudhu, menghadap kiblat dan menengadahkan tangan saat berdoa. Hal ini menunjukkan kekhusu’an dan kesungguhan kita dalam meminta. Abu Abdillah bin Zaid mengatakan: “Nabi keluar ke tempat salat untuk minta hujan, lalu beliau berdoa dan meminta hujan, kemudian menghadap kiblat dan membalik selempangnya.” (HR. Bukhari)
Adab kelima adalah merendahkan suara dalam berdoa. Ketika kita meminta kepada Allah, sudah seharusnya dalam kondisi merendahkan diri dan suara, bukan dengan teriak, apalagi marah-marah. Kita juga harus menghindari doa keburukan baik atas diri kita maupun orang lain. Bahkan seorang ibu dilarang untuk mengucapkan hal buruk apapun kepada anak-anaknya karena dikuatirkan akan menjadi doa yang dikabulkan oleh Allah. Allah juga menegaskan di dalam Al Quran:
ادعُوا رَبَكُم تَضَرُعاً وَخُفيَةٌ إنَهُ لاَ يُحِبُ المُعتَدِينَ
“Berdoalah kepada Tuhanmu dengan merendah diri dan suara yang lembut, sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas ” [QS Al-A’raf/7: 55].
Memilih waktu-waktu yang mustajabah adalah salah satu cara kita agar doa kita dikabulkan oleh Allah. Di antaranya adalah antara adzan dan iqamat, setelah shalat, sepertiga malam terakhir, hari Jumat, hari Arafah, saat turun hujan, sedang safar, saat sujud, saat berperang melawan musuh fi sabilillah. Kita juga harus berupaya untuk meninggalkan hal-hal yang haram dan memastikan makanan yang kita konsumsi terhindar dari keharaman. Karena makanan haram yang masuk ke dalam tubuh dapat menjadi penyebab tertolaknya doa kita.
Untuk meraih sesuatu yang kita inginkan, selain berdoa, kita juga harus berikhtiar menggapainya. Misalnya, jika ingin lulus ujian, maka harus belajar; jika ingin mendapatkan harta, maka harus bekerja keras; jika ingin mendapatkan jodoh, maka bisa minta tolong kepada kerabat. Adakalanya kita sudah berikhtiar dan berdoa, namun Allah belum mengabulkannya, maka kita diminta untuk bersabar dan berhusnuzhzhann pada Allah.
Perhatikan kembali adab-adab kita dalam berdoa apakah sudah kita penuhi dengan baik. Jika syarat-syarat tersebut terpenuhi, namun tidak dikabulkan, maka pasti suatu hikmah yang Allah ketahui dan tidak diketahui oleh hamba yang berdoa. Boleh jadi kita menginginkan sesuatu, padahal sesuatu tersebut tidak baik untuk kita atau sebaliknya, kita tidak menginginkan sesuatu tetapi itu adalah sebuah kebaikan untuk kita. Wallahualam bishawab.

Komentar
Posting Komentar