Rohmat Alloh Mendominasi Segala-Nya | Ustadz Nor Kandir, S.T., B.A. | Majalah Al Akhbar Edisi Juni 2026 | 082140888638
Keluasan Rohmat Alloh yang kita saksikan di alam semesta ini, mulai dari kasih sayang antarmanusia hingga kelembutan hewan terhadap anaknya, pada hakikatnya hanyalah satu bagian kecil dari totalitas Rohmat yang Alloh miliki. Rosululloh telah memberikan gambaran yang sangat menakjubkan mengenai pembagian ini guna menunjukkan betapa melimpahnya kasih sayang Robb semesta alam. Beliau bersabda:
«إِنَّ لِلَّهِ مِائَةَ رَحْمَةٍ أَنْزَلَ مِنْهَا رَحْمَةً وَاحِدَةً بَيْنَ الْجِنِّ وَالْإِنْسِ وَالْبَهَائِمِ وَالْهَوَامِّ، فَبِهَا يَتَعَاطَفُونَ، وَبِهَا يَتَرَاحَمُونَ، وَبِهَا تَعْطِفُ الْوَحْشُ عَلَى وَلَدِهَا، وَأَخَّرَ اللهُ تِسْعًا وَتِسْعِينَ رَحْمَةً، يَرْحَمُ بِهَا عِبَادَهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ»
“Sesungguhnya Alloh memiliki 100 Rohmat. Dia menurunkan satu Rohmat di antaranya ke tengah-tengah jin, manusia, binatang ternak, dan hewan-hewan melata. Dengan satu Rohmat itulah mereka saling berlemah lembut, dengan satu Rohmat itu mereka saling menyayangi, dan dengan satu Rohmat itu pula hewan buas menyayangi anaknya.” (HR. Muslim no. 2752)
Satu bagian Rohmat ini mencakup seluruh ni’mat duniawi yang dirasakan oleh seluruh makhluk tanpa terkecuali, baik yang beriman maupun yang kafir, baik manusia maupun binatang. Adanya rasa aman, kecukupan pangan, keindahan alam, serta keteraturan tata surya adalah tetesan dari satu bagian Rohmat tersebut. Alloh berfirman:
﴿فَانْظُرْ إِلَى آثَارِ رَحْمَتِ اللَّهِ كَيْفَ يُحْيِي الْأَرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا﴾
“Maka perhatikanlah atsar (bekas-bekas) Rohmat Alloh, bagaimana Dia menghidupkan bumi setelah matinya.” (QS. Ar-Rum: 50)
Hujan yang turun dan tumbuhnya pepohonan adalah bukti nyata dari Rohmat-Nya yang menghidupkan apa yang sebelumnya mati. Bayangkan, jika satu bagian Rohmat saja sudah mampu menciptakan keharmonisan di seluruh penjuru bumi selama ribuan tahun, maka betapa tidak terbatasnya hakikat Rohmat Alloh secara keseluruhan.
Bahkan, pemberian rizqi kepada orang-orang yang mengingkari Alloh dan menyembah selain-Nya adalah bagian dari satu Rohmat ini. Alloh tetap memberikan mereka udara untuk bernafas dan makanan untuk bertahan hidup meskipun mereka mencela-Nya. Rosululloh bersabda:
«مَا أَحَدٌ أَصْبَرُ عَلَى أَذًى سَمِعَهُ مِنَ اللَّهِ، يَدَّعُونَ لَهُ الوَلَدَ، ثُمَّ يُعَافِيهِمْ وَيَرْزُقُهُمْ»
“Tidak ada seorang pun yang lebih sabar terhadap gangguan yang didengarnya melebihi Alloh. Sesungguhnya mereka menganggap Dia memiliki anak, namun Dia tetap memberikan mereka kesehatan dan rizqi.” (HR. Al-Bukhori no. 7378 dan Muslim no. 2804)
Pemberian rizqi kepada musuh-musuh-Nya ini adalah bentuk Rohmat duniawi yang mendahului murka-Nya. Hal ini menunjukkan bahwa di dunia ini, Rohmat Alloh bersifat umum (rohmatul ‘ammah) yang meliputi seluruh makhluk agar mereka memiliki kesempatan untuk menyadari kebenaran.
Bagian yang paling menggembirakan bagi setiap Muslim adalah kabar bahwa Alloh menyimpan 99 bagian Rohmat lainnya untuk diberikan secara khusus pada hari Qiyamah. Di saat setiap jiwa merasa ketakutan, matahari didekatkan, dan keringat menenggelamkan manusia sesuai amalannya, di situlah 99 bagian Rohmat ini akan diturunkan. Nabi bersabda:
«وَأَخَّرَ اللَّهُ تِسْعَةً وَتِسْعِينَ رَحْمَةً يَرْحَمُ بِهَا عِبَادَهُ يَوْمَ القِيَامَةِ»
“Dan Alloh menunda 99 Rohmat yang dengannya Dia menyayangi hamba-hamba-Nya pada hari Qiyamah.” (HR. Muslim no. 2752)
Penyimpanan 99 bagian ini menunjukkan bahwa kasih sayang Alloh di Akhiroh jauh lebih dahsyat dan lebih luas daripada apa yang kita rasakan di dunia. Jika satu bagian saja sudah cukup untuk miliaran makhluk sejak awal zaman hingga akhir zaman, maka 99 bagian adalah jaminan keselamatan yang luar biasa bagi kaum Mu’minin. Alloh berfirman:
﴿وَكَانَ بِالْمُؤْمِنِينَ رَحِيمًا﴾
“Dia Maha Penyayang kepada orang-orang yang beriman.” (QS. Al-Ahzab: 43)
Ayat ini menggunakan kata “Rohiman” yang menurut para ulama tafsir seperti Ibnu Abbas (68 H) merujuk pada Rohmat khusus yang diberikan kepada orang beriman di Akhiroh. Rohmat inilah yang akan menutupi aib-aib hamba di hadapan seluruh makhluk saat hisab (perhitungan amal). Rosululloh menggambarkan bagaimana Rohmat ini bekerja menyelimuti hamba-Nya:
«إِنَّ اللَّهَ يُدْنِي المُؤْمِنَ، فَيَضَعُ عَلَيْهِ كَنَفَهُ وَيَسْتُرُهُ، فَيَقُولُ: أَتَعْرِفُ ذَنْبَ كَذَا، أَتَعْرِفُ ذَنْبَ كَذَا؟ فَيَقُولُ: نَعَمْ أَيْ رَبِّ، حَتَّى إِذَا قَرَّرَهُ بِذُنُوبِهِ، وَرَأَى فِي نَفْسِهِ أَنَّهُ هَلَكَ، قَالَ: سَتَرْتُهَا عَلَيْكَ فِي الدُّنْيَا، وَأَنَا أَغْفِرُهَا لَكَ اليَوْمَ، فَيُعْطَى كِتَابَ حَسَنَاتِهِ»
“Sesungguhnya Alloh akan mendekatkan seorang Mu’min, lalu meletakkan penutup-Nya kepadanya dan menutupinya dari pandangan orang lain. Alloh bertanya: ‘Apakah engkau tahu dosa ini? Apakah engkau tahu dosa itu?’ Hamba itu menjawab: ‘Iya, wahai Robbku.’ Sampai ketika Alloh telah membuatnya mengakui semua dosanya dan hamba itu merasa dirinya akan binasa, Alloh berfirman: ‘Aku telah menutupi dosa-dosa itu bagimu di dunia, dan pada hari ini Aku mengampuninya bagimu.’” (HR. Al-Bukhori no. 2441 dan Muslim no. 2768)
Inilah salah satu bentuk nyata dari 99 bagian Rohmat tersebut. Di saat keadilan menuntut hukuman, Rohmat Robb justru datang memberikan ampunan.
Hadits tentang 100 Rohmat ini memberikan harapan yang sangat besar agar manusia tidak berputus asa dari luasnya ampunan Alloh di hari pembalasan kelak. Jika seseorang bisa hidup tenang di dunia dengan satu bagian Rohmat di tengah banyak kesulitan, maka tentu dia akan jauh lebih aman di Akhiroh dengan 99 bagian Rohmat di bawah naungan Robb yang Maha Pengasih.
Keberadaan 99 bagian Rohmat ini juga menjadi alasan mengapa Jannah (Surga) disebut sebagai tempat tinggal bagi orang-orang yang dirohmati. Tidak ada seorang pun yang masuk Jannah semata-mata karena amalnya, melainkan karena Rohmat yang melimpah ini. Nabi bersabda:
«لَنْ يُدْخِلَ أَحَدًا عَمَلُهُ الجَنَّةَ» قَالُوا: وَلاَ أَنْتَ يَا رَسُولَ اللَّهِ؟ قَالَ: «لاَ، وَلاَ أَنَا، إِلَّا أَنْ يَتَغَمَّدَنِي اللَّهُ بِفَضْلٍ وَرَحْمَةٍ»
“Amal seseorang tidak akan memasukkannya ke dalam Jannah.” Para Shohabat bertanya: “Tidak juga engkau, wahai Rosululloh?” Beliau menjawab: “Tidak juga aku, hanya saja Alloh melimpahiku dengan karunia dan Rohmat-Nya.” (HR. Al-Bukhori no. 5673 dan Muslim no. 2816)

Komentar
Posting Komentar