Jangan Tunggu Masuk Pusara Baru Berderma | Ustadz Fauzi Nur Zaman, S.Pd.Gr. | Majalah Al Akhbar Juli 2026 | 082140888638

Layanan Donatur Yayasan Al Akhbar Ar Refahiyah 082140888638 Zakat Infak Sedekah Wakaf


Sahabat Al Akhbar … Setiap manusia yang hidup di dunia memiliki banyak angan-angan. Ada yang ingin memiliki rumah yang lebih besar, kendaraan yang lebih mewah, jabatan yang lebih tinggi, atau harta yang lebih melimpah. Namun tahukah kita, ketika seseorang telah meninggal dunia dan menyaksikan hakikat kehidupan akhirat, ternyata angan-angannya bukan lagi tentang dunia dan segala kemewahannya. Yang paling ia harapkan adalah kesempatan untuk kembali ke dunia agar dapat memperbanyak amal saleh, terutama bersedekah.
Allah mengabadikan penyesalan tersebut dalam Al-Qur’an:
وَأَنْفِقُوا مِنْ مَا رَزَقْنَاكُمْ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَ أَحَدَكُمُ الْمَوْتُ فَيَقُولَ رَبِّ لَوْلَا أَخَّرْتَنِي إِلَىٰ أَجَلٍ قَرِيبٍ فَأَصَّدَّقَ وَأَكُنْ مِنَ الصَّالِحِينَ
“Dan infakkanlah sebagian dari apa yang telah Kami rezekikan kepadamu sebelum kematian datang kepada salah seorang di antara kamu; lalu dia berkata, ‘Ya Rabbku, sekiranya Engkau berkenan menunda (kematian)ku sedikit waktu lagi, maka aku akan bersedekah dan aku akan termasuk orang-orang yang shalih.” (QS. Al-Munafiqun: 10)
Perhatikanlah ayat yang agung ini. Ketika kematian datang, seseorang tidak berkata, “Ya Allah, kembalikan aku agar aku bisa membangun rumah yang lebih besar.” Tidak pula ia berkata, “Agar aku bisa mengumpulkan lebih banyak harta.” Namun yang ia sebut secara khusus adalah: (agar aku bisa bersedekah). Imam Ibnu Katsir menjelaskan bahwa ayat ini merupakan dorongan yang sangat kuat untuk berinfak dan berbuat baik sebelum datang kematian yang tidak bisa ditunda lagi.
Mengapa Orang Mati Ingin Bersedekah? Para ulama menjelaskan bahwa ketika seseorang meninggal dunia, ia melihat besarnya pahala sedekah di sisi Allah. Ia menyaksikan bagaimana satu dirham yang dikeluarkan dengan ikhlas dapat berkembang menjadi pahala yang berlipat ganda.
Allah berfirman:
مَثَلُ الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنْبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنْبُلَةٍ مِائَةُ حَبَّةٍ
“Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir; pada setiap bulir terdapat seratus biji.” (QS. Al-Baqarah: 261)
Satu kebaikan dibalas sepuluh kali lipat, bahkan bisa mencapai tujuh ratus kali lipat dan lebih dari itu sesuai kehendak Allah. Ketika seseorang melihat timbangan amalnya setelah mati, barulah ia menyadari bahwa harta yang dahulu ia banggakan ternyata tidak ikut bersamanya ke kubur. Yang menemaninya hanyalah amal saleh.
Rasulullah bersabda:
يَقُولُ ابْنُ آدَمَ: مَالِي مَالِي، وَهَلْ لَكَ يَا ابْنَ آدَمَ مِنْ مَالِكَ إِلَّا مَا أَكَلْتَ فَأَفْنَيْتَ، أَوْ لَبِسْتَ فَأَبْلَيْتَ، أَوْ تَصَدَّقْتَ فَأَمْضَيْتَ
“Anak Adam berkata: hartaku, hartaku. Padahal yang benar-benar menjadi milikmu dari hartamu hanyalah apa yang engkau makan lalu habis, yang engkau pakai lalu usang, dan yang engkau sedekahkan lalu tersimpan (pahalanya).” (HR. Muslim no. 2958)
Hadits ini mengajarkan bahwa harta yang sesungguhnya kita miliki adalah harta yang telah kita kirimkan untuk akhirat melalui sedekah dan amal kebajikan.
Salah satu sebab manusia enggan bersedekah adalah karena takut miskin. Padahal Rasulullah telah menepis anggapan tersebut. Beliau bersabda:
مَا نَقَصَتْ صَدَقَةٌ مِنْ مَالٍ
“Sedekah tidak akan mengurangi harta.” (HR. Muslim no. 2588)
Secara kasat mata harta memang berkurang, tetapi keberkahannya bertambah. Banyak orang yang hartanya sedikit namun cukup dan menenangkan hati. Sebaliknya, ada yang hartanya melimpah tetapi hidupnya dipenuhi kegelisahan. Keberkahan itulah yang Allah berikan kepada orang-orang yang gemar bersedekah. Pada hari ketika manusia sangat membutuhkan perlindungan, sedekah akan menjadi sebab keselamatan. Rasulullah bersabda:
كُلُّ امْرِئٍ فِي ظِلِّ صَدَقَتِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ
“Setiap orang berada di bawah naungan sedekahnya pada hari kiamat.” (HR. Ahmad no. 17333, dinyatakan shahih oleh Al-Albani)
Betapa dahsyatnya hari itu. Matahari didekatkan, manusia tenggelam dalam keringat sesuai kadar amalnya. Namun orang-orang yang gemar bersedekah mendapatkan naungan dari sedekah yang dahulu mereka lakukan. Keistimewaan sedekah tidak berhenti ketika seseorang meninggal dunia. Bahkan pahala sedekah tertentu terus mengalir meskipun jasad telah berada di dalam kubur.
Rasulullah bersabda:
إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثٍ: صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ، أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ، أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ
“Apabila manusia meninggal dunia, maka terputus amalnya kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang mendoakannya.” (HR. Muslim no. 1631)
Membangun masjid, membantu sumur air, mencetak mushaf Al-Qur’an, mendukung pendidikan Islam, atau berbagai bentuk sedekah jariyah lainnya dapat menjadi investasi yang terus menghasilkan pahala meskipun seseorang telah wafat.
Sahabat Al Akhbar … Hari ini kita masih memiliki kesempatan. Kita masih bisa mengulurkan tangan kepada fakir miskin, membantu pembangunan masjid, menyantuni anak yatim, mendukung dakwah Islam, atau sekadar memberikan sebagian harta yang Allah titipkan kepada kita. Karena itu, jangan menunggu kaya untuk bersedekah. Jangan menunggu memiliki harta berlimpah untuk berbagi. Bisa jadi satu sedekah yang kecil namun ikhlas lebih berat di sisi Allah daripada sedekah yang besar namun dipenuhi riya’. Mari kita renungkan, kelak ketika kita berada di alam kubur, jangan sampai kita termasuk orang yang berkata: “Ya Rabbku, sekiranya Engkau menunda kematianku sebentar saja, niscaya aku akan bersedekah.”
Sahabat Al Akhbar … Kesempatan itu masih ada hari ini. Harta yang kita sedekahkan akan menjadi cahaya di alam kubur, pemberat timbangan amal, naungan pada hari kiamat, dan bekal menuju surga. Maka bersegeralah bersedekah sebelum datang hari ketika seseorang hanya bisa berangan-angan untuk kembali, namun kesempatan itu telah tertutup selamanya.

Layanan Donatur Yayasan Al Akhbar Ar Refahiyah 082140888638 Zakat Infak Sedekah Wakaf


Komentar