Strategi Dakwah di Era Digital | Ustadzah Dr. Hj. Nurotun Mumtahanah, S.Ag., M.Pd.I. | Majalah Al Akhbar Edisi Agustus 2026

082140888638 Yayasan Al Akhbar Ar Refahiyah


Di era modern ini, media sosial menjadi salah satu platform terbesar yang banyak digunakan oleh masyarakat di seluruh dunia. Banyak sekali platform yang dapat menjadi sarana untuk menyampaikan pesan-pesan dakwah kepada masyarakat, khususnya bagi generasi sekarang yang aktif menggunakan media sosial. Dakwah merupakan suatu aktivitas menyampaikan ajaran ilmu agama Islam kepada masyarakat. 

Dakwah juga dapat berarti ajakan menuju Islam, yaitu jalan Tuhan, jalan yang diridal oleh Allah, bukan jalan-jalan lain yang sesat dan menyimpang dari jalan islam. Dari segi bahasa, kata dakwah berasal dari bahasa Arab yang merupakan bentuk mashdar dari kata da'a, dan yad’u yang berarti seruan, ajakan, atau panggilan. Allah berfirman,

وَلْتَكُنْ مِّنْكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوْفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

“Dan hendaklah di antara kamu ada segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh (berbuat) yang ma’ruf, dan mencegah dari yang mungkar. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.” (QS. Ali ‘Imran: 104).

Kita dianjurkan, dalam ayat ini ini, untuk berdakwah, mengingatkan, serta mendukung dalam menyebarkan kebaikan dan mencegah keburukan. Menyebarkan kebaikan dan mencegah kemungkaran merupakan kewajiban bagi umat muslim dan menjadi kunci untuk mencapai kebahagiaan dan kesuksesan hidup.

Kita perlu memanfaatkan segala sarana untuk berdakwah. Apapun caranya, dakwah mesti sampai kepada semua orang. Mendakwahkan Islam tidak hanya kepada umat Islam tapi juga kepada yang belum login ke Islam. Jika dakwah eksklusif untuk yang sudah berislam saja, lantas dari mana orang-orang di server lain (slank: agama lain) mengenal Islam?

Dari Sahl bin Sa’d bahwa Nabi berkata kepada ‘Ali bin Abi Thalib pada saat beliau mengutusnya untuk mendakwahi orang-orang Yahudi di Khaibar agar mau masuk Islam,

انْفُذْ علَى رِسْلِكَ، حتَّى تَنْزِلَ بسَاحَتِهِمْ، ثُمَّ ادْعُهُمْ إلى الإسْلَامِ، وَأَخْبِرْهُمْ بما يَجِبُ عليهم مِن حَقِّ اللهِ فِيهِ، فَوَاللَّهِ لأَنْ يَهْدِيَ اللَّهُ بكَ رَجُلًا وَاحِدًا خَيْرٌ لكَ مِن أَنْ يَكونَ لكَ حُمْرُ النَّعَمِ

“Berjalanlah dengan pelan sehingga engkau mengepung mereka pada halaman benteng mereka, kemudian serulah mereka kepada  Islam, dan beritahukanlah apa yang wajib mereka tunaikan berupa hak-hak Allah atas mereka, demi Allah, sungguh jika ada salah seorang di antara mereka yang mendapat petunjuk karena dirimu maka hal itu lebih baik bagimu daripada seekor unta yang merah”. (Shahih Muslim no. 2406)


STRATEGI DAKWAH MELALUI MEDIA SOSIAL

1. Membangun Personal Branding Sebagai Seorang Da’i di Era Digital 

Bangun personal branding sebagai seorang da’i untuk mendapatkan kepercayaan serta dapat dikenal dan diakui oleh masyarakat, supaya dapat menarik masyarakat untuk mendengarkan dakwah.

2. Memanfaatkan Sosial Media untuk Menjangkau Generasi Milenial

Dalam strategi dakwah dengan memanfaatkan media sosial, penting untuk memahami karakteristik pendengar target, memilih platform media sosial yang tepat, membuat konten yang menarik, menjaga interaksi dan keterlibatan pendengar, mempromosikan dakwah melalui influencer muslim, dan mengukur kinerja kampanye dakwah.

3. Meningkatkan Kualitas Konten Dakwah di Era Digital

Memproduksi konten-konten dakwah yang bermanfaat dan menunjukkan nilai-nila keislaman bagi generasi muda. Generasi muda bukan hanya menjadi penikmat saja, tetapi juga penyebar konten-konten dakwah yang berguna lainnya.

4. Meningkatkan Keterampilan Berbicara di Depan Kamera

Meningkatkan keterampilan berbicara di depan kamera, termasuk cara menyusun naskah, memilih bahasa tubuh yang tepat, dan mengelola rasa gugup di depan kamera.

5. Mengukur Efektifitas Dakwah di Era Digital

Mengukur efektivitas dakwah di era digital adalah proses untuk mengetahui sejauh mana pesan dakwah telah disampaikan dan diterima oleh pendengar target melalui media digital. Cara-cara yang dapat dilakukan antara lain memonitor interaksi di media sosial, mengukur keterlibatan pendengar menganalisis data trafik web atau blog, memperhatikan feedback dan testimon dari pendengar, serta melakukan survei atau polling online.


TIPS KONTEN DAKWAH

1. Tentukan Bentuk Konten Dakwah

Kita bisa membuat konten dakwah yang beragam. Contohnya adalah konten berupa tulisan, gambar, bahkan video. Semua bentuk itu bisa kita buat sesuai konten yang ingin dibuat.

2. Tentukan Fokus Tema Dakwah 

Pembahasan tentang ilmu talam sangatlah banyak. Ada tentang sejorah islam, fikih, Al-Qur’an dan Hadits, tajwid, dan lain sebagainya. Tentukanlah kita ingin fokus membahas tentang apa.

3. Membaca Al-Qur`an dan Al-Hadits

Dalam berdakwah, tentunya sumber utama kita dalam menyampaikan suatu hal adalah Al-Qur’an dan Hadits. Seperti diketahui, dalam Al-Qur’an, sudah ada ayat-ayat yang muhkam atau sudah jelas maksudnya.

4. Membaca Referensi Serta Mendengarkan Ceramah

Berkaitan dengan cara nomor tiga, dengan membaca buku-buku islam serta mendengarkan ceramah, kita akan mengetahul penjelasan tentang ayat yang mungkin sebelumnya tidak kita pahami.

5. Belajar Memakai Aplikasi Editing Foto dan Video

Kebanyakan konten yang menarik diolah menggunakan macam-macam aplikasi editing, seperti Capcut, Canva, Pixellab, dan banyak lagi.

Setiap pribadi muslim yang telah baligh dan berakal, baik laki-laki maupun perempuan memiliki kewajiban untuk mengemban tugas dakwah. Setiap individu dari umat Islam dianggap sebagai penyambung ‘lidah’ Rasulullah. Dakwah tidak hanya dalam bentuk konten kreatif media sosial. Dakwah dengan teladan dan dengan kepedulian juga merupakan keharusan. Jika dunia tidak kita jejali dengan dakwah maka akan penuh dengan musibah.

082140888638 Yayasan Al-Mu'awanah (YAMUNA) Lamongan Ning Mumun


Komentar